Sabtu, 30 Agustus 2014

DIAGNOSA DIABETES MELITUS


Diagnosis DM tidak boleh didasarkan atas ditemukannya glukosa pada urin saja. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah dari pembuluh darah vena. Sedangkan untuk melihat dan mengontrol hasil terapi dapat dilakukan dengan memeriksa kadar glukosa darah kapiler dengan glukometer.


Seseorang didiagnosis menderita DM jika ia mengalami satu atau lebih kriteria di bawah ini:
  • Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dL
  • Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma puasa ≥126 mg/dL
  • Kadar gula plasma 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) ≥200 mg/dL
  • Pemeriksaan HbA1C ≥ 6.5%

Keterangan:
  • Glukosa plasma sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir pasien.
  • Puasa artinya pasien tidak mendapat kalori tambahan minimal selama 8 jam.
  • TTGO adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan memberikan larutan glukosa khusus untuk diminum. Sebelum meminum larutan tersebut akan dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah, lalu akan diperiksa kembali 1 jam dan 2 jam setelah meminum larutan tersebut. Pemeriksaan ini sudah jarang dipraktekkan.
  • Jika kadar glukosa darah seseorang lebih tinggi dari nilai normal tetapi tidak masuk ke dalam kriteria DM, maka dia termasuk dalam kategori prediabetes. Yang termasuk ke dalamnya adalah
  • Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT), yang ditegakkan bila hasil pemeriksaan glukosa plasma puasa didapatkan antara 100 – 125 mg/dL dan kadar glukosa plasma 2 jam setelah meminum larutan glukosa TTGO < 140 mg/dL
  • Toleransi Glukosa Terganggu (TGT), yang ditegakkan bila kadar glukosa plasma 2 jam setelah meminum larutan glukosa TTGO antara 140 – 199 mg/dL
Tabel kadar glukosa darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM:
   
Bukan DM
Belum Pasti DM
DM
Kadar glukosa darah sewaktu (mg/dL) Plasma vena
< 100
100 - 199
≥ 200
Darah kapiler
< 90
90 - 199
≥ 200
Kadar glukosa darah puasa (mg/dL) Plasma vena
< 100
100 - 125
≥ 126
Darah kapiler
< 90
90 - 99
≥ 100

Komplikasi Diabetes Melitus
Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol pada pasien diabetes melitus akan menyebabkan berbagai komplikasi, baik yang bersifat akut maupun yang kronik. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi para pasien untuk memantau kadar glukosa darahnya secara rutin.
Komplikasi akut
Keadaan yang termasuk dalam komplikasi akut DM adalah ketoasidosis diabetik (KAD) dan Status Hiperglikemi Hiperosmolar (SHH). Pada dua keadaan ini kadar glukosa darah sangat tinggi (pada KAD 300-600 mg/dL, pada SHH 600-1200 mg/dL), dan pasien biasanya tidak sadarkan diri. Karena angka kematiannya tinggi, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan yang memadai.
Keadaan hipoglikemia juga termasuk dalam komplikasi akut DM, di mana terjadi penurunan kadar glukosa darah sampai < 60 mg/dL. Pasien DM yang tidak sadarkan diri harus dipikirkan mengalami keadaan hipoglikemia. Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia misalnya pasien meminum obat terlalu banyak (paling sering golongan sulfonilurea) atau menyuntik insulin terlalu banyak, atau pasien tidak makan setelah minum obat atau menyuntik insulin.
Gejala hipoglikemia antara lain banyak berkeringat, berdebar-debar, gemetar, rasa lapar, pusing, gelisah, dan jika berat, dapat hilang kesadaran sampai koma. Jika pasien sadar, dapat segera diberikan minuman manis yang mengandung glukosa. Jika keadaan pasien tidak membaik atau pasien tidak sadarkan diri harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan dan pemantauan selanjutnya.
 
Komplikasi kronik
Penyakit diabetes melitus yang tidak terkontrol dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf. Pembuluh darah yang dapat mengalami kerusakan dibagi menjadi dua jenis, yakni pembuluh darah besar dan kecil.
Yang termasuk dalam pembuluh darah besar antara lain:
  • Pembuluh darah jantung, yang jika rusak akan menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak
  • Pembuluh darah tepi, terutama pada tungkai, yang jika rusak akan menyebabkan luka iskemik pada kaki
  • Pembuluh darah otak, yang jika rusak akan dapat menyebabkan stroke
Kerusakan pembuluh darah kecil (mikroangiopati) misalnya mengenai pembuluh darah retina dan dapat menyebabkan kebutaan. Selain itu, dapat terjadi kerusakan pada pembuluh darah ginjal yang akan menyebabkan nefropati diabetikum. Untuk lebih jelasnya baca pada artikel gagal ginjal.
Saraf yang paling sering rusak adalah saraf perifer, yang menyebabkan perasaan kebas atau baal pada ujung-ujung jari. Karena rasa kebas, terutama pada kakinya, maka pasien DM sering kali tidak menyadari adanya luka pada kaki, sehingga meningkatkan risiko menjadi luka yang lebih dalam (ulkus kaki) dan perlunya melakukan tindakan amputasi. Selain kebas, pasien mungkin juga mengalami kaki terasa terbakar dan bergetar sendiri, lebih terasa sakit di malam hari serta kelemahan pada tangan dan kaki. Pada pasien yang mengalami kerusakan saraf perifer, maka harus diajarkan mengenai perawatan kaki yang memadai sehingga mengurangi risiko luka dan amputasi.

Bagi pembaca yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi silakan datang ke Rumah Sakit Komplementer “Canon Medicinae Indonesia”. Dan apabila Anda berminat ingin berobat, mengetahui lebih lanjut silahkan lihat, datang, tanyakan, buktikan sendiri atau konsultasikan segera diri Anda ke Jalan Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat – INDONESIA Phone: +62 - (022) 253-1000 / Fax. (022) 251-6663 / Mobile: +62 – 0812.2023.2009 (Ginjal) / +62 – 0878.9537.5000 (Diabetes Mellitus) / +62 – 0856.9518.6000 (Kanker) / +62 - 0822.1848.2898 (Jantung) PIN Blackberry: 7E8C39F5 (UMUM), 7EBA27CF (KANKER), 7E7C3491 (GINJAL) (Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia hanya ada di Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat – INDONESIA).

Team Farmasi RS Komplementer Canon Medicinae Indoesia – Bandung – Jawa Barat - INDONESIA

Jumat, 29 Agustus 2014

DIABETES “The Sillent Killer”

DIABETES “The Sillent Killer”
RS Komplementer Canon Medicinae Indonesia
Penyakit kencing manis  atau diabetes melitus (DM) itu seperti rayap. Bekerja diam-diam dan merusak seluruh organ dalam tubuh. Akibatnya, diabetes sering juga disebut sebagai “The Sillent Kilier”.Keganasan penyakit ini dapat merusak setiap organ vital manusia, seperti gagal ginjal, cuci darah, gangguan organ liver, matabuta, katarak, kaki tangan kesemutan, muntah darah, jantung koroner dan penyempitan pembuluh darah. Bahkan, dapat mengakibatkan hal yang paling ditakuti para lelaki yaitu impoten. Penderita penyakit diabetes harus menjaga tubuhnya agar tidak terkena infeksi akibat luka, karena terapi satu-satunya adalah dengan amputasi.
Penderita terkadang tidak menyadari kalau dirinya mengidap DM. Tapi kini, para pengidap ganas itu tak perlu khawatir karena RS  Kompementer “Canon Medicinae Indonesia” telah mempersiapkan formula untuk membantu mengatasinya. Setiap pasien bisa mengunjungi Balai pengobatan di kawasan Dago tersebut untuk melakukan terapi terhadap penyakit yang meyeramkan itu.

Formula Al-Qanun (Canon)
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa-bangsa barat menjadi salah satu faktor penentu majunya ilmu kedokteran. Namun terdapat fakta sejarah yang patut kita cermati, jauh sebelum pihak barat membanggakan penemuan-penemuan mereka dalam dunia kedokteran, pihakTimur/ Persia ternyata lebih dahulu menggunakan dan mengembangkan ilmu-ilmu dasar kedokteran.
Paradigma ilmu kedokteran “Barat” dalam ilmu pengobatan, mempengaruhi batasan-batasan yang disebut “ilmiah”. Efeknya, metode pengobatan apa pun yang tidak sesuai dengan batasan tersebut, di kategorikan sebagai pengobatan alternatife. Hal ini merupakan pengekangan paradigma berpikir, bahwa semua penemuan baru mengikuti system tertutup yang dibuat oleh bangsa-bangsa barat, khususnya dalam bidang kedokteran ini.
Ditengah berkembangnya penyakit-penyakit baru, diketahui bahwa pada dasarnya penyakit ini telah pernah ada dan terjadi jauh sebelum ilmu kedokteran “Barat” mengkategorikan nama dari sebuah penyakit. Seperti halnya penyakit kanker atau perubahan sifat genetik yang sehat menjadi tidak sehat (abnormal). Hal ini sudah pernah terjadi pada jaman Nabi Luth .Saat itu, kedokteran “Timur” (Persia) sudah menguasai penyakit dan pengobatannya.
Pada zaman 600 SM, bangsa Mesir sudah melakukan berbagai penelitian sederhana tentang obat dengan proses alami. Kandungannya terbukti dengan ditemukan berbagai resep obat yang ditulis di atas papyrus tentang penyakit dan tata cara pembuatan obatnya. Diketahui, hampir 75% bahan obatnya terdiri dari bahan hewani dan serangga. Selebihnya tumbuhan serta alkohol atau khamar sebagai pelarut.
Dengan peralatan medis lengkap serta tenaga professional, Balai Kesehatan GR SETRA “Canon Medicinae Indonesia” memiliki berbagai kelebihan dengan menggabungkan medis kedokteran barat dan medis Persia. System terapinya sangat unik, dengan melakukan senam setra (hipnoterapi), bubur sarang wallet, serta racikan senyawa kimia alami berkhasiatt inggi yang bisa disebut Formula Al-Qanun (Canon).
Formula ini sangat dirahasia kan dan menjadi jurus pamungkas bagi penderita DM. “Racikan Formula yang kami gunakan merupakan senyawa kimia alami. Proses pembuatannya sangat langka, seperti kembali pada masa abad ke-5 (800M) silam, tapi kekuatan formula Al-Qanun (canon) ini sangat dahsyat. Mampu mengaktifkan kembali fungsi pankreas untuk menghasilkan hormon insulin, ‘tutur Deliana, Ahli Medical Persia dan Konsultan RS Komplementer Canon Medicinae Indonesia

RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia”
RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” merupakan balai pengobatan yang berdiri di Bandung  sejak tahun 2007. Fokus menangani jenis penyakit Diabetes, Kanker dan Ginjal. Jumlah pasiennya terus bertambah hingga akhirnya dijuluki sebagai rumah kanker.Hal ini membuktikan bahwa RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” memberikan hasil positif terhadap kesehatan konsumen. Alhasil, balai pengobatan ini pun terus melakukan inovasi terhadap berbagai jenis obat, laboratorium, serta peralatan berteknologi canggih sebagai pendukung.
RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” adalah satu-satunya pengobatan yang menjadikan Al-Qanun Fit_Attib Ibnu Sina sebagai acuan dalam melakukan tindakan medis terhadap pasien. Ibnu Sina  sendiri dikenal sebagai ilmuwan dokter islam terkemuka yang pertama kali memperkenalkan eksperimen sistematis dalam telaah fisiologi tubuh manusia pada kondisi sehat dan sakit.

Ibnu Sina sempat mencengangkan dunia lewat buku “Canon Medicinae” serta buku-buku lain yang merupakan ilmu termahal pada dunia farmasi dan kedokteran. Sayangnya, buku-buku asli tersebut sudah banyak dimusnahkan atau berpindah tangan. Bahkan diterbitkannya buku palsu dengan judul yang seolah-olah buku kedokteran Persia atau Timur identik dengan herbal atau ilmu tumbuhan. Padahal pembuatano bat yang bersifat senyawa kimia alami, bukan berarti herbal atau tumbuhan. Karena saat itu tidak mungkin di padang pasir atau Mesir ada tumbuhan.

Rabu, 27 Agustus 2014

DIABETES

Penyakit yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan penyakit gula atau kencing manis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada metabolisme tubuh yang disebabkan oleh banyak faktor bisa disebabkan karena keturuan, tanpa mereka sadari selain karena keturunan penyakit gula / diabetes bias disebabkan karena mengkonsumsi makanan berlebih, seperti : Makanan Cepat Saji, karbohidrat yang banyak dan kurangnya olahraga. Kadar glukosa yang terlalu tinggi dalam darah menjadi penyebab utama dimana penggunaan insulin dalam tubuh tidak bisa bekerja dengan baik, gejala awal dari penyakit ini biasanya kurang disadari oleh penderita terlebih lagi biasanya penderita sering menganggap remeh gejala yang timbul diawal sehingga mengabaikannya, penanganan diabetes harusnya dilakukan lebih dini agar penyakit yang diderita pasien belum begitu kronis. Karena untuk saat ini biasanya diabetes bisa menyerang pada usia dini baik laki-laki atau perempuan.

Ciri Awal Penyakit Diabetes
Mengetahui gejala awal penyakit diabetes tentunya merupakan langkah yang tepat bagi kita untuk mencegah penyakit ini menjadi semakin parah, apalagi pada saat ini penyakit diabetes ternyata tidak hanya menyerang orang-orang yang beruur malainkan usia remaja juga harus waspada akan datangnya penyakit diabetes ini. Apa saja ciri penyakit diabetes yang timbul pada tahap awal seseorang terkena? Dibawah ini merupakan 10 tanda gejala awal sakit diabetes yang dikutip dari Genius Beauty.



Gejala Awal Orang Terkena Penyakit Diabetes : 
1. Mudah merasa lelah, ciri pertama yang sering orang abaikan ketika melakukan aktivitas sehari-hari adalah mudah merasa lelah, jika tubuh mudah terasa lelah itu tandanya ada kemungkinan penyakit yang mengidap dalam tubuh salah satunya ciri dari tubuh yang mudah terasa lelah ini adalah ciri awal yang sering diremehkan oleh penderita.
2. Penurunan berat badan tanpa diketahui penyebabnya, jika berat badan turun tanpa sebab maka jangan senang dulu, karena berat badan seseorang tidak akan turun secara tiba-tiba jika ia tidak menjaga pola makan dan juga melakukan aktivitas olahraga sehingga menurunkan berat badan. Jika berat badan turun secara tiba-tiba bisa jadi ini adalah ciri awal seseorang terkena penyakit diabetes tipe 1. Berat badan bisa turun tiba-tiba ini disebabkan jika seseorang terkena diabetes maka penggunaan glukosa dalam tubuh tidak berlangsung normal sehingga lemak yang menimbun ini, dijadikan energi oleh tubuh.
3. Merasa sering haus, ketika tubuh merasa sering haus tanpa adanya sebab yang jelas ini bisa saja merupakan gejala awal pada penyakit diabetes. Penyebab rasa haus ini terjadi akibat tubuh kehilangan banyak air akibat sering buang air terus-menerus (poliuria) sehingga tubuh membutuhkan kembali pasokan cairan.
4. Warna kulit menjadi gelap, salah satu ciri yang mengindikasikan seseorang terkena penyakit diabetes adalah munculnya bintik-bintik gelap pada bagian kulit, pada kasus biasanya bintik-bintik ini terjadi pada sekitar leher. Penggelapan pada kulit ini terjadi akbiat insulin yang direspon oleh tubuh sehingga banyak menghasilan pigmen.
5. Penglihatan yang semakin lemah, Jika penglihatan (mata) seseorang semakin kabur, maka penglihatan akan menjadi tidak fokus penyebabnya terjadi karena tingkat glukosa dalam darah meningkat. Kemudian glukosa tersebut akan meningkat disekitar lensa yang pada akhirnya penglihatan akan sering tidak fokus.
6. Sering Lapar, ketika tubuh mudah merasa lapar penyebabnya mungkin saja kadar insulin yang ada dalam tubuh. Seseorang dengan keinginan rasa lapar yang banyak ini dalam dunia medis disebut juga polifagia.
7. Luka pada tubuh yang lama sembuh, salah satu cara yang mudah untuk mengenali ciri diabetes pada seseorang adalah dengan melihat luka pada tubuh. Tentunya gejala sembuhnya luka dalam waktu yang lama dibandingkan seperti biasanya ini mengindikasikan bahwa mungkin saja seseorang terkena diabetes.
8. Menurunnya fungsi saraf, salah satu gejala dari diabetes lainnya adalah menurunnya fungsi saraf yang akhirnya menimbulkan rasa sakit pada tungkai kaki, sering merasa kesemutan juga merupakan salah satunya. Tentunya kita harus waspada jika fungsi saraf menurun apalagi jika kaki tidak merasa sakit jika tertusuk jarum.
Nah, diatas merupakan informasi tentang ciri-ciri gejala awal orang terkena penyakit diabetes, tentunya dengan mengetahui lebih dini tentang gejala awal merupakan langkah yang baik sebelum penyakit yang ada dalam tubuh menjadi semakin parah. Belum terlambat untuk mengobati penyakit diabetes Anda. Periksakan diri Anda ke dokter terdekat jika memiliki ciri gejala awal terkena penyakit diabetes. Dengan adanya informasi tentang gejala awal penyakit diabetes semoga kita bisa mengetahui betapa pentingnya menjaga kesehatan tubuh kita, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap dalam kondisi yang prima, salah satunya dengan menjaga pola makan hidup sehat, dan juga olahraga yang teratur. Semoga bermanfaat.. salam
"Bila berminat ingin berobat silahkan datang, kunjungi dan buktikan sendiri ke Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia Jl. Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat INDONESIA Telp. +62 (022) 253-1000 / 081220232009 / 087895375000 / 085695186000 Fax. (022) 251-6663 (Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia hanya ada di Bandung)".

Team Farmasi RS Komplementer Canon Medicinae Indoesia – Bandung – Jawa Barat - INDONESIA