Jumat, 29 Agustus 2014

DIABETES “The Sillent Killer”

DIABETES “The Sillent Killer”
RS Komplementer Canon Medicinae Indonesia
Penyakit kencing manis  atau diabetes melitus (DM) itu seperti rayap. Bekerja diam-diam dan merusak seluruh organ dalam tubuh. Akibatnya, diabetes sering juga disebut sebagai “The Sillent Kilier”.Keganasan penyakit ini dapat merusak setiap organ vital manusia, seperti gagal ginjal, cuci darah, gangguan organ liver, matabuta, katarak, kaki tangan kesemutan, muntah darah, jantung koroner dan penyempitan pembuluh darah. Bahkan, dapat mengakibatkan hal yang paling ditakuti para lelaki yaitu impoten. Penderita penyakit diabetes harus menjaga tubuhnya agar tidak terkena infeksi akibat luka, karena terapi satu-satunya adalah dengan amputasi.
Penderita terkadang tidak menyadari kalau dirinya mengidap DM. Tapi kini, para pengidap ganas itu tak perlu khawatir karena RS  Kompementer “Canon Medicinae Indonesia” telah mempersiapkan formula untuk membantu mengatasinya. Setiap pasien bisa mengunjungi Balai pengobatan di kawasan Dago tersebut untuk melakukan terapi terhadap penyakit yang meyeramkan itu.

Formula Al-Qanun (Canon)
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa-bangsa barat menjadi salah satu faktor penentu majunya ilmu kedokteran. Namun terdapat fakta sejarah yang patut kita cermati, jauh sebelum pihak barat membanggakan penemuan-penemuan mereka dalam dunia kedokteran, pihakTimur/ Persia ternyata lebih dahulu menggunakan dan mengembangkan ilmu-ilmu dasar kedokteran.
Paradigma ilmu kedokteran “Barat” dalam ilmu pengobatan, mempengaruhi batasan-batasan yang disebut “ilmiah”. Efeknya, metode pengobatan apa pun yang tidak sesuai dengan batasan tersebut, di kategorikan sebagai pengobatan alternatife. Hal ini merupakan pengekangan paradigma berpikir, bahwa semua penemuan baru mengikuti system tertutup yang dibuat oleh bangsa-bangsa barat, khususnya dalam bidang kedokteran ini.
Ditengah berkembangnya penyakit-penyakit baru, diketahui bahwa pada dasarnya penyakit ini telah pernah ada dan terjadi jauh sebelum ilmu kedokteran “Barat” mengkategorikan nama dari sebuah penyakit. Seperti halnya penyakit kanker atau perubahan sifat genetik yang sehat menjadi tidak sehat (abnormal). Hal ini sudah pernah terjadi pada jaman Nabi Luth .Saat itu, kedokteran “Timur” (Persia) sudah menguasai penyakit dan pengobatannya.
Pada zaman 600 SM, bangsa Mesir sudah melakukan berbagai penelitian sederhana tentang obat dengan proses alami. Kandungannya terbukti dengan ditemukan berbagai resep obat yang ditulis di atas papyrus tentang penyakit dan tata cara pembuatan obatnya. Diketahui, hampir 75% bahan obatnya terdiri dari bahan hewani dan serangga. Selebihnya tumbuhan serta alkohol atau khamar sebagai pelarut.
Dengan peralatan medis lengkap serta tenaga professional, Balai Kesehatan GR SETRA “Canon Medicinae Indonesia” memiliki berbagai kelebihan dengan menggabungkan medis kedokteran barat dan medis Persia. System terapinya sangat unik, dengan melakukan senam setra (hipnoterapi), bubur sarang wallet, serta racikan senyawa kimia alami berkhasiatt inggi yang bisa disebut Formula Al-Qanun (Canon).
Formula ini sangat dirahasia kan dan menjadi jurus pamungkas bagi penderita DM. “Racikan Formula yang kami gunakan merupakan senyawa kimia alami. Proses pembuatannya sangat langka, seperti kembali pada masa abad ke-5 (800M) silam, tapi kekuatan formula Al-Qanun (canon) ini sangat dahsyat. Mampu mengaktifkan kembali fungsi pankreas untuk menghasilkan hormon insulin, ‘tutur Deliana, Ahli Medical Persia dan Konsultan RS Komplementer Canon Medicinae Indonesia

RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia”
RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” merupakan balai pengobatan yang berdiri di Bandung  sejak tahun 2007. Fokus menangani jenis penyakit Diabetes, Kanker dan Ginjal. Jumlah pasiennya terus bertambah hingga akhirnya dijuluki sebagai rumah kanker.Hal ini membuktikan bahwa RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” memberikan hasil positif terhadap kesehatan konsumen. Alhasil, balai pengobatan ini pun terus melakukan inovasi terhadap berbagai jenis obat, laboratorium, serta peralatan berteknologi canggih sebagai pendukung.
RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” adalah satu-satunya pengobatan yang menjadikan Al-Qanun Fit_Attib Ibnu Sina sebagai acuan dalam melakukan tindakan medis terhadap pasien. Ibnu Sina  sendiri dikenal sebagai ilmuwan dokter islam terkemuka yang pertama kali memperkenalkan eksperimen sistematis dalam telaah fisiologi tubuh manusia pada kondisi sehat dan sakit.

Ibnu Sina sempat mencengangkan dunia lewat buku “Canon Medicinae” serta buku-buku lain yang merupakan ilmu termahal pada dunia farmasi dan kedokteran. Sayangnya, buku-buku asli tersebut sudah banyak dimusnahkan atau berpindah tangan. Bahkan diterbitkannya buku palsu dengan judul yang seolah-olah buku kedokteran Persia atau Timur identik dengan herbal atau ilmu tumbuhan. Padahal pembuatano bat yang bersifat senyawa kimia alami, bukan berarti herbal atau tumbuhan. Karena saat itu tidak mungkin di padang pasir atau Mesir ada tumbuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar